Selasa, Desember 24, 2013

Bird a View: PENGUMUMAN HASIL SELEKSI

Bird a View: PENGUMUMAN HASIL SELEKSI

Ternyata kita pernah ndaftar ikut prasertifikasi pendidikan guru agama dan lulus :-*

Rabu, Desember 18, 2013

KNIA - Stasiun Kereta Api Medan

Selama ini saya hanya tahu dari berita saja, bahwa Medan telah memiliki bandara baru di Kuala Namu. Kata orang, bandara ini bandara yang bagus, modern seperti di luar negeri. Nah, minggu yang lalu saya berkesempatan mengunjungi Medan dan melihat sendiri KNIA (Kuala Namu International Airport). Seperti bandara baru lainnya, bandara ini berada di luar kota Medan, di sisi timur.

 
Ternyata memang betul, jika kita masuk ke KNIA, serasa kita masuk ke bandara internasional di negara lain. lengkung-lengkung langit-langit bandara ini mengingatkan saya seperti bandara2 di Beijing, Svarnabhumi dll. Mungkin template bandara2 modern pakem (pattern)-nya seperti itu ya. Bandara ini memang belum 100% fungsional, misal di lantai 2 masih kosong, dan di lantai 3 untuk keberangkatan, masih banyak gerai toko/cafe yang baru akan dibuka.

 

Yang cukup membuat saya terkesan adalah moda transportasi dari dan menuju bandara. Saya memang telah mendengar, bahwa dari/ke Medan-Kuala Namu terdapat fasiltas kereta api. Tadinya saya membayangkan keretanya mungkin mirip-mirip commuter line, namun ternyata saya salah.


Kereta yang melayani rute ini ternyata lebih mirip seperti MRT di Singapore, Taipei dll.  Tarif normal Rp 80000, tapi bagi pengguna airline tertentu tersedia diskon, dan bagi penumpang Garuda gratis.


Mbak-mbak pramugari kereta, siap menyapa penumpang :-)

Model stasiun kereta di kota Medan telah direnovasi, kita serasa berada di ruang tunggu MRT di luar negeri.

Senin, Desember 02, 2013

Pakistan, Land of Wisdom

Kali ini saya tampilkan foto2 dari perjalanan saya ke Pakistan...


Jumat, Agustus 24, 2012

Kyoto, Himeji, Niigata


Dalam beberapa tahun terakhir ini, saya beruntung, bisa mengunjungi banyak tempat menarik. Di Jepang, saya mengunjungi Kyoto, ibukota lama, banyak temple dan shrine, termasuk istana-nya. Ada juga musium Manga disini. Ke Himeji, saya naik Shinkansen, benar ngebut kereta ini, namun sangat halus, tidak kerasa sambungan antar rel kereta-nya. Di Niigata, saya melihat kompleks industri, dan di sepanjang perjalanan terlihat gunung-gunung yang diselimuti es, padahal sedang musim panas.

Situs-situs bersejarah, seperti Himeji Castle ini benar-benar dipelihara dan "dapat dijual" sebagai atraksi budaya bagi wisatawan. Foto ini adalah manekin yang dipajang, termasuk kucingnya yang menggambarkan suasana jaman samurai, shogun-shogun berkuasa di masa lalu.

Panglima perang, atau war lord jenisnya ternyata macam-macam, diidentifikasi dari atribut baju perangnya yang ditampilkan pada pertunjukan boneka-bonekanya disini.

Kastil Himeji ini dalam beberapa tahun ini sedang direstorasi, sehingga tampak dari jauh seolah-olah seperti bukan kastil tapi gedung besar. Padahal bangunan kastil ini sedang tertutup oleh rangka yang dipakai untuk perbaikannya. Perbaikan ini dilakukan dengan sangat hati-hati, detail dan keaslian sejarahnya diperhatikan. Yang menarik, restorasi ini pun dijadikan atraksi bagi wisatawan. Jadi kita bisa melihat orang yang lagi bekerja memperbaiki kastil ini secara langsung dari balik kaca, bahkan disediakan fasilitas lift yang bisa melihat langsung ke atap kastil.
Ini dia kereta peluru yang terkenal itu...
Rasanya belum ke Jepang kalau belum nyobain naik :-)


Ada istilah temple untuk tempat ibadah agama Budha dan shrine untuk Shinto. Tadinya saya kira sama, ternyata setelah diperhatikan ternyata tempat yang berbeda.

Kimono show yang sengaja dipertunjukkan bagi wisatawan, panggungnya di pusat jualan souvenir tradisional. Konsepnya bisa ditiru disini, misal kalau di pusat souvenir tradisional seperti batik, bagus juga kalau ada batik fashion show-nya juga.

Kamis, Maret 25, 2010

Bukan Sedang Berlibur di Kuta - Bali



Dari foto ini, sudah jelas, saya ke Bali naik apa. Pasti bukan naik pesawat lah.



Pulau Bali, tampak dari lautan di siang hari.


Awan putih berarak di atas pulau Bali.


Di sebuah resor hotel di pantai Kuta.


Salah satu dari beberapa hotel yang ada persis di tepi pantai Kuta, Bali.


Kudeta, tempat hang-out yang cukup romantic dan cozy di Seminyak, sedikit ke utara dari Kuta.


Salah satu cemilan, pizza di KU DE TA.


Kalau yang ini, daftar menu / minumannya. Harganya dalam ribuan / kali Rp 1000.


Ambil contoh, Chardonnay, Stonier Reserve Victoria dari Australia, dihargain 1600 saja. Tapi ngga usah khawatir, ada juga yang cuma 100-an.


Nah, kalau buat oleh-oleh, ada makanan namanya Pia Legong, yang lagi ngetrend. Teman saya waktu pertama kali dengar, " Apa ? Pia Bagong ? " :-) Untuk beli, kita harus pesan sehari sebelumnya, kalau ngga, dijamin ngga dapet deh klo nekat go show. Tersedia dalam 3 varian, Pia Keju, Pia Coklat dan Pia Kacang Hijau. Saya sendiri cuma berhasil beli yang Pia Coklat karena langsung datang tanpa pesan. Kalau rasanya, agak beda dengan model-model pia biasanya. Kulitnya lebih tebal, ukurannya lebih besar, jadi makan 1 saja rasanya sudah kenyang.

Itu aja yang sempat dilaporin, diantara padatnya acara, ngga termasuk report makan malam di Jimbaran, yang masih tetap laku meski ratenya sangat premium.