Steak Saus Apel dan Petik Jambu
⊆ Minggu, Mei 03, 2009 by Muhammad Imaduddin | ˜ 0 komentar »Sudah cukup lama, yang disini ngga diupdate. Kali ini, cobain deh Steak Saus Apel dari Agrowisata Kusuma Batu Malang.
Sudah cukup lama, yang disini ngga diupdate. Kali ini, cobain deh Steak Saus Apel dari Agrowisata Kusuma Batu Malang.
Melengkapi http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Bromo
Perjalanan melalui pintu barat dari arah Pasuruan yaitu masuk dari desa Tosari untuk menuju ke pusat obyek wisata ( lautan pasir )terbilang berat karena medan yang harus ditempuh tak bisa dilalui oleh kendaraan roda 4 biasa ini dikarenakan jalan turunan dari Penanjakan ke arah lautan pasir sangatlah curam, kecuali kita menyewa jip yang disediakan oleh pengelola wisata, jadi wisatawan banyak yang berjalan kaki untuk menuju ke pusat lokasi.
Namun apabila kita melalui pintu utara dari arah sebelum masuk Probolinggo yaitu pada daerah Tongas, kita akan menuju desa Cemoro Lawang sebelum turun menuju lautan pasir maka tidaklah terlalu berat dikarenakan turunan dari lerengnya tidaklah terlalu curam sehingga sepeda motor pun dapat melaluinya. Kebanyakan para wisatawan yang ingin mudah mencapai lautan pasir melewati jalur ini. Namun bila anda ingin menyaksikan sunrise yang sering ditampilkan di foto - foto, yang banyak difoto dari puncak Penanjakan maka anda lebih praktis melewati jalur pintu barat.
Namun bila anda mempunyai jiwa petualang maka anda dapat mencoba jalur perjalanan yang jarang dilalui wisatawan. Yaitu melalui kota Malang anda masuk melalui kota kecil Tumpang kemudian masuk kota Pronojiwo lalu akan melalui cagar alam yang sangat indah dari sini anda akan menjumpai pertigaan jalan dimana kearah selatan akan memasuki Ranu Pane ( ke arah gunung Semeru ) dan kearah utara anda memasuki lautan pasir Bromo yang berada di punggung gunung Bromo sebelah selatan. Pertigaan tersebut bernama Jemplang. Perjalanan diawali dengan menuruni bukit yang kemudian disambut dengan padang rumput yang lama kelamaan berganti menjadi lautan pasir. Jalan ini akan mengitari gunung Bromo melewati lautan pasir selama kurang lebih 3 jam. Jalur ini sebenarnya tidak terlalu curam dan dapat dilalui sepeda motor, namun memerlukan jiwa petualang karena jalurnya yang masih jarang dilewati dan tidak ada satupun persinggahan maupun rumah penduduk. Kita akan benar- benar disuguhkan dengan perjalanan yang sangat menantang. Namun anda akan diganjar dengan rahasia Bromo yang lain, yang sangat jarang dilihat wisatawan, yaitu padang ruput sabana dan bunga yang sangat luas berada dibalik Gunung Bromo. Sungguh pemandangan yang berkebalikan pada sisi Utaranya yang gersang dan berdebu. Namun perlu diingat, sebaiknya jangan melalui jalur ini pada malam hari dan atau dalam cuaca yang berkabut. Jalur tidak akan terlihat dalam kondisi seperti ini.
Lautan pasir adalah andalan wisata dari gunung Bromo, di alam pegunungan yang sejuk, kita dapat melihat padang pasir dan rerumputan yang luas. Sedangkan yang paling ditunggu dari gunung bromo adalah sightview ketika matahari terbit dan terbenam karena memang akan kelihatan jelas sekali dan sangat indah. Walaupun perjalanan ke Bromo sangat berdebu, tapi tidak terasa, karena keindahan yang disuguhkan benar-benar luar biasa.
Berlibur menuju Bromo dapat dibilang praktis bila anda menyukai tipe traveller dan melalui jalur pintu utara. Anda dapat melakukan kunjungan dalam jangka waktu 12 jam saja. tentunya bila anda memulainya dari kota Surabaya, Malang, Jember dan sekitarnya. Perjalanan dapat dimulai dari jam 12 malam sehingga anda akan sampai sekitar pukul 2 - 3 pagi. Dimana anda dapat beristirahat dahulu sebelum melihat sunrise. Penjual makanan dan minuman di areal lautan pasir biasanya sudah buka menjelang pukul 3 pagi, sehingga anda sudah bisa bersiap - siap untuk melakukan pendakian melewati anak tangga puncak Bromo yang terkenal itu. nikmatilah pemandangan sampai jam 9 pagi dan anda pun dapat kembali sampai di kota keberangkatan anda sekitar 12 siang. Sebagai catatan, apabila anda melakukan perjalanan diareal lautan pasir ditengah kegelapan malam, sebagai patokan menuju areal parkir sekitar Pura anda dapat melihat patok dari beton yang sengaja diberikan sebagai penunjuk menuju areal pura. Dan apabila anda tersesat jangan panik dan meneruskan perjalanan ( apalagi ditengah kabut tebal ), tunggulah karena biasanya mulai jam 2 - 3 pagi beberapa penunggang kuda sewaan melintas diarea lautan pasir.
Sebuah web menyebutkan, perusahaan2 ini adalah :
Kalau kita melihat daftar ini, sungguh betapa lobi Yahudi demikian kuatnya, tidak cuma di US tapi di seluruh dunia. Bayangkan saja, komputer yang saya pakai prosesornya intel, handphone juga Nokia, malah dulu sempat pake Motorola. Yang susah tentu saja memboikot McDonald's, meski McD di US diketahui memberi donasi ke Israel dan setidaknya ada aliran dana dari McD Indonesia sebagai franchise (local company) ke McD US, namun McD di Indonesia telah menjadi restoran keluarga dan membuka lapangan kerja bagi banyak orang.
Yang juga harus diteliti adalah daftar produk dan perusahaan di atas, benar kah perlu diboikot? Sebagai contoh adalah rumor Starbucks. Ternyata rumor ucapan Chairman Starbucks Howard Schultz yang menyatakan perusahaan menyumbang untuk militer Israel adalah palsu. Penulis aslinya adalah Andrew Winkler. Namun Andrew mengatakan, esensi dari tulisannya diklaim benar bahwa Schultz memang pro Israel.
SUDAH beberapa bulan ini blog saya tidak menampilkan tulisan baru. Alasannya sederhana saja. Begitu banyak yang harus dikerjakan selama masa transisi, mulai lagi dengan kehidupan baru, kondisi lingkungan baru, termasuk akses internet yang jauh berbeda dengan yang dulu saya nikmati. Saya tidak akan berpanjang lebar lagi dengan berbagai excuse.
Ketika saya menginjakkan kaki di Jakarta, setelah beberapa lama saya tinggalkan, saya agak terkejut dengan udara dan langitnya. Bukan karena Jakarta begitu lembab dan panas, namun karena "kabut" yang menyelimutinya. Di negeri seberang saya biasa melihat langit yang cerah, matahari yang cemerlang, tapi di Jakarta polusi udara sudah sedemikian parahnya sehingga dari ketinggian atau dilihat dari pesawat yang sedang terbang, udara Jakarta nampak seperti berkabut akibat polusi ini.
Untuk urusan macet, saya tidak terkejut, namun ada kemajuan yang dicapai ibukota RI ini. Jika pada tahun-tahun yang lalu, bus Trans Jakarta masih belum banyak rutenya, sekarang ini sudah banyak koridor yang dilayani "jalan bus" aka busway ini. Dengan Rp 3500,- saja saya dapat bepergian dari daerah Rawamangun ke Lapangan Banteng hanya dalam waktu setengah jam lebih sedikit, di tengah macetnya lalu lintas di siang hari. Saya menilai hal ini cukup luar biasa di tengah skeptisme masyarakat terhadap sistem ini sebagai salah satu solusi transportasi.
Lumpur Porong di Sidoarjo telah berubah. Dulu lumpur ini adalah musibah bagi banyak orang, tidak cuma bagi penduduk yang tanahnya tenggelam oleh lumpur ini, namun masyarakat pengguna jalan yang biasa melintasi tol Waru-Gempol seolah harus pasrah menempuh kemacetan yang menjemukan ketika harus menggunakan jalan raya lama melintasi Kali Porong. Sekarang Lumpur Sidoarjo ini telah menjadi objek wisata baru, dengan tanggul yang sudah diperkuat dengan batu-batu kali, pinggiran tanggul ini sekarang banyak dikunjungi orang. Di hari-hari libur anda akan banyak menemukan kendaraan yang parkir di jalan raya setelah exit Porong di pinggir tanggul lumpur yang mengunjungi fenomena mud volcano ini.
Kembali ke akses internet bagi masyarakat umum, saya melihat bahwa kita memang masih sedikit tertinggal dengan negara-negara maju. Ini terlihat dari iklan-iklan yang ditawarkan. Sebuah iklan menyebut akses yang unlimited dengan penggunaan normal sekian MB atau GB. Kelihatannya seolah-olah begitu generous-nya si ISP ini, padahal hal ini adalah layanan yang biasa ditawarkan oleh ISP-ISP di luar negeri. Begitu kuota kita habis, maka kecepatan internet broadband kita akan turun ke setara kecepatan dial-up. Dulu saya biasa berlangganan dengan kuota 40 GB / bulan, maka ketika saya melihat iklan2 yang menawarkan sekian ratus MB sampai 1, 2 atau 10 GB, rasanya saya seperti kembali ke jaman batu :-)
Anyway, salah satu hal baik di Indonesia adalah begitu murahnya harga barang-barang, apalagi ketika nilai tukar Rupiah kita semakin merosot. Maka bagi orang yang punya penghasilan mata uang asing, hidup di Indonesia sangat lah menyenangkan. Bayangkan, jika di luar negeri kita harus makan dengan uang setara Rp 100.000,- maka di tanah air, makan dengan Rp 10.000,- sudah dapat makanan yang lumayan.