Bukan Sedang Berlibur di Kuta - Bali

⊆ Kamis, Maret 25, 2010 by Muhammad Imaduddin | ˜ 1 komentar »



Dari foto ini, sudah jelas, saya ke Bali naik apa. Pasti bukan naik pesawat lah.



Pulau Bali, tampak dari lautan di siang hari.


Awan putih berarak di atas pulau Bali.


Di sebuah resor hotel di pantai Kuta.


Salah satu dari beberapa hotel yang ada persis di tepi pantai Kuta, Bali.



Kudeta, tempat hang-out yang cukup romantic dan cozy di Seminyak, sedikit ke utara dari Kuta.


Salah satu cemilan, pizza di KU DE TA.


Kalau yang ini, daftar menu / minumannya. Harganya dalam ribuan / kali Rp 1000.


Ambil contoh, Chardonnay, Stonier Reserve Victoria dari Australia, dihargain 1600 saja. Tapi ngga usah khawatir, ada juga yang cuma 100-an.


Nah, kalau buat oleh-oleh, ada makanan namanya Pia Legong, yang lagi ngetrend. Teman saya waktu pertama kali dengar, " Apa ? Pia Bagong ? " :-) Untuk beli, kita harus pesan sehari sebelumnya, kalau ngga, dijamin ngga dapet deh klo nekat go show. Tersedia dalam 3 varian, Pia Keju, Pia Coklat dan Pia Kacang Hijau. Saya sendiri cuma berhasil beli yang Pia Coklat karena langsung datang tanpa pesan. Kalau rasanya, agak beda dengan model-model pia biasanya. Kulitnya lebih tebal, ukurannya lebih besar, jadi makan 1 saja rasanya sudah kenyang.

Itu aja yang sempat dilaporin, diantara padatnya acara, ngga termasuk report makan malam di Jimbaran, yang masih tetap laku meski ratenya sangat premium.

 

Tiket Pesawat Murah Jakarta - Surabaya

⊆ Sabtu, Desember 05, 2009 by Muhammad Imaduddin | ˜ 0 komentar »

Ini bukan iklan, namun pengalaman pribadi sebagai penerbang, orang yang sering mondar-mandir terbang Jakarta-Surabaya. Beruntung lah konsumen saat ini memiliki banyak pilihan moda transportasi untuk bepergian, apalagi dengan semakin mudahnya akses internet untuk bertransaksi tiket online. Kenapa saya tulis pesawat, bukan kereta api atau bus AKAP ? Pesawat telah menjadi pilihan yang paling rasional untuk orang yang harus sering bepergian dari Jakarta ke Surabaya dan sebaliknya.

Harga tiket kereta api Argo Bromo Anggrek sudah menyentuh angka Rp 350 ribu pada saat weekend. Itu pun pilihan jamnya tertentu, pagi dan malam. Kereta-kereta kelas eksekutif yang lain jamnya hampir sama berkisar pagi, sore dan malam. Dengan lama perjalanan di atas 10 jam di kereta, hampir pasti akan terasa melelahkan dan menjemukan. Pengecualiannya adalah jika frekuensi bepergiannya diatas 1 bulan sekali, maka sekali-kali naik kereta api cukup lah menyenangkan. Kelebihan moda kereta api adalah letak stasiun pemberangkatan di stasiun Gambir Jakarta Pusat, ada di pusat kota, relatif lebih cepat dan mudah dijangkau.

Bagaimana dengan bus antar kota antar provinsi ? Kalau memang benar-benar lagi tidak punya uang atau memang berniat berpetualang, maka pilihan naik bus masih bisa dianggap rasional. Lama tempuh perjalanan dari Surabaya ke Cawang bisa dipastikan lebih dari 12 jam. Lebih parahnya lagi, kita cuma bisa beristirahat, mengendorkan otot-otot 2 atau 3 kali (max) selama perjalanan. Selebihnya kita harus duduk selama perjalanan yang 12 jam lebih itu. Kelebihan naik bus, kita bisa berhenti atau turun dimana pun yang kita mau, sehingga prinsip "least cost" benar-benar bisa diterapkan disini.

Sekarang jika memang pesawat adalah pilihan favorit kita, bagaimana tips bepergian dengan nyaman, aman dan ekonomis ? Baseline dari bepergian dengan pesawat adalah kita harus menyediakan waktu ekstra setidaknya 1.5 jam untuk menempuh perjalanan ke bandara Soekarno-Hatta Cengkareng dari Jakarta (misal dari Blok M). Untuk bandara Juanda, waktu yang dibutuhkan tidak terlalu lama, karena letaknya di Sidoarjo tidak terlalu jauh dari terminal Bungurasih Surabaya dan akses jalan tolnya pun mudah dan lancar. Selain itu kita juga harus spare waktu minimal 30 atau 45 menit sebelum jadual keberangkatan pesawat untuk check-in mengambil boarding-pass. Lama penerbangannya sendiri rata-rata 1 jam 10 menit, sehingga lama perjalanan total Jakarta-Surabaya lewat udara kira-kira 4 jam.

Saya akan mengulas airlines berdasarkan persepsi dari pengalaman pribadi sbb:

Garuda Indonesia
Boleh dibilang naik pesawat Garuda adalah yang paling nyaman, selalu ontime, take off dan landing-nya smooth dan pilihan jamnya ada banyak (mungkin yang paling banyak diantara airlines yang melayani rute Jakarta-Surabaya pp). Garuda berangkat dari terminal 2 bandara SH yang berfasilitas bagus (terminal internasional). Sayangnya saya tidak bisa terlalu sering bepergian dengan Garuda, walaupun saya sudah punya Garuda Frequent Flyer. Kenapa ? Harga tiket ekonomi normal / yang biasa dijual rata-rata diatas Rp 700 ribu, ada selisih kira-kira 200 ribu dengan airlines lain pada hari dan jam yang hampir sama. Bagi saya, selisih ini masih terasa, namun mungkin tidak bagi anda :-) Sampai H-3 kita masih bisa membeli tiket Garuda secara online, sehingga saya sarankan untuk mengecek dulu harganya barangkali ada tiket special promo sebelum ada membeli tiket airlines yang lain. Untuk ini kita harus daftar / register (gratis) untuk masuk ke halaman booking online.

Mandala
Dengan armada Airbus, pesawat Mandala sangat terasa nyaman terutama saat take-off dan landing. Tidak seperti Garuda, kita bisa langsung melihat harga tiket online tanpa masuk / log in ke halaman booking. Dengan 5 kali penerbangan dalam sehari Mandala menawarkan banyak pilihan jam penerbangan. Terminal 3 di bandara SH juga sangat nyaman dan spacious sehingga tidak salah jika banyak calon penumpang yang memilih Mandala sebagai airline yang nyaman namun cukup ekonomis. Kenapa saya bilang "cukup", karena diantara low cost carrier airlines, tiket Mandala yang rata-rata paling mahal meski masih lebih murah dibanding Garuda.

Lion Air
Meski Lion sudah mendatangkan armada baru Boeing 737-900ER, pesawat Lion masih kalah nyaman dengan Garuda dan Mandala terutama saat take-off dan landing. Saya tidak tahu kenapa, apakah karena keterampilan pilotnya atau pesawatnya. Yang jelas Airbus memang lebih smooth dibanding Boeing saat take-off (naiknya pesawat tidak terlalu curam). Lion punya kelebihan jadual penerbangannya yang sangat bervariasi dan banyak. Yang paling saya suka adalah Lion menyediakan flight terakhir dari Jakarta ke Surabaya jam 21.40 malam. Flight ini sangat membantu penumpang yang aktivitasnya di Jakarta sangat padat atau mengalami kemacetan di jalan. Harga tiket Lion juga termasuk yang paling murah, walaupun selisihnya sedikit (20-30 ribu) dibanding low cost carrier yang lain. Karena kelebihan ini lah pesawat Lion selalu penuh atau sangat banyak penumpangnya sehingga butuh waktu minimal setengah jam untuk boarding. Akibatnya sering kali pesawat Lion tidak bisa terbang on-time. Jika keterlambatan sudah terjadi sejak pagi, akumulasinya sangat terasa pada flight-flight terakhir di malam hari. Kelebihan yang lain adalah sistem ticketing online Lion yang memungkinkan tiket dibeli pada hari-H baik dengan kartu debit maupun dengan kartu kredit. Ini sangat membantu orang-orang yang tidak memiliki kartu kredit untuk membeli tiket online.

AirAsia
Sebelum banyak low cost carrier dan online ticketing beroperasi, AirAsia termasuk pelopor flight Jakarta-Surabaya dengan harga tiket yang murah, didukung pesawatnya yang bersih dan rapi. Sayangnya frekuensi penerbangan Jakarta-Surabaya terakhir menjadi hanya 2 kali dalam sehari. Hal ini membuat banyak pelanggannya terpaksa mengalihkan pilihannya kepada airlines lain yang menawarkan flight dengan jam yang lebih sesuai dengan kebutuhan penumpang. AirAsia lah yang boleh dibilang sukses pertama kali mengedukasi calon penumpangnya membeli tiket secara online dengan kartu kredit, meninggalkan cara lama membeli lewat agen perjalanan atau lewat loket di bandara.

Sriwijaya Air
Sebetulnya pesawat-pesawat Sriwijaya cukup bersih dan nyaman namun ketiadaan fasilitas pembelian tiket secara online, atau minimal melihat harga aktual (bukan range-nya) membuat calon penumpang rute Jakarta-Surabaya banyak akhirnya memilih airlines lain. Khusus untuk penerbangan Jakarta-Malang, Sriwijaya adalah pelopor rute ini dan lokasi kantor penjualannya di Malang pun ada di kota sehingga banyak yang mau membeli langsung di kantor penjualannya. Sayang rute Jakarta-Malang ditutup dan belum dibuka kembali karena perbaikan landasan bandara Abdurahman Saleh Malang belum disetujui untuk dibuka kembali.

Batavia Air
Harga tiket Batavia sebetulnya cukup bersaing, cuma sistem ticketing online kadang bermasalah sehingga calon penumpang mengalihkan pilihannya ke airlines lain. Mengenai kenyamanan pesawatnya, cukup baik, cuma image Batavia memang harus diperbaiki karena banyak calon penumpang yang masih meragukan safety pesawat-pesawat Batavia.

Citilink
Sebagai anak Garuda, Citilink yang berpusat di Surabaya mewarisi standar pelayanan Garuda yang baik, termasuk dalam safety dan keterampilan pilotnya yang terasa ketika take-off dan landing. Boleh dibilang Citilink adalah low cost carrier dengan tiket yang dijual termurah saat ini. Online ticketing systemnya sudah baik, tinggal ditambah fasilitas pembayaran dengan kartu debit agar bisa bersaing dengan Lion. Kekurangan Citilink adalah masih minimnya frekuensi penerbangan yang ditawarkan (Jakarta-Surabaya 3 kali sehari) dan interior pesawatnya yang terkesan lusuh.

Links
http://www.garuda-indonesia.com/

http://www.mandalaair.com/
https://booking.lionair.co.id/lionair/booking.asp
http://www.airasia.com/site/id/id/home.jsp
http://www.batavia-air.co.id/etiket/
http://www.citilink.co.id/

 

Steak Saus Apel dan Petik Jambu

⊆ Sabtu, Mei 02, 2009 by Muhammad Imaduddin | ˜ 0 komentar »

Sudah cukup lama, yang disini ngga diupdate. Kali ini, cobain deh Steak Saus Apel dari Agrowisata Kusuma Batu Malang.

Kalau yang ini sih, cuma mo nunjukin, bagaimana cara memetik buah jambu biji hehe...

 

Taman Margasatwa Ragunan

⊆ Kamis, Februari 12, 2009 by Muhammad Imaduddin | ˜ 0 komentar »



Taman margasatwa alias kebun binatang Ragunan, Jakarta adalah sering disebut-sebut sebagai tempat hiburan rakyat bawah. Benar kah demikian? Beberapa waktu yang lalu Presiden menyempatkan diri berkunjung kesana. Saya sendiri minggu yang lalu juga berkunjung kesana. Ragunan memang masih seperti 10 tahun yang lalu ketika pertama kali saya berkunjung, memang sangat merakyat.

10 tahun yang lalu karcis masuknya Rp 3000 kalau tidak salah, sekarang karcis ini hanya naik sedikit menjadi Rp 4000 untuk orang dewasa dan Rp 3000 untuk anak-anak, bandingkan dengan karcis Dufan yang Rp 100000. Dari sisi ini memang sudah jelas dibilang Ragunan hiburan yang merakyat. Bagaimana dengan isi Ragunan ini sendiri?

Saya bisa bilang, cukup menghibur dengan berbagai binatang didalamnya, seperti harimau, gajah, komodo, jerapah, landak, orang utan, berbagai jenis burung dll. Yang penting anda harus cukup bugar untuk berjalan-jalan di area yang sangat luas, dan jangan berkunjung pada saat hujan. Sebagian besar binatang2nya ada di ruang terbuka dan drainase jalan untuk pengunjung masih kurang sempurna. Akibatnya meskipun jalan2nya sudah dilapisi paving block tapi tetap agak becek karena ada air yang menggenang beserta tanah liat yang ikut terbawa ke jalan. Jika anda lelah jalan2, anda dapat membeli tikar yang dijual oleh pedagang di pintu2 masuk dan bersantai di atas rumput.

Secara keseluruhan, Ragunan tempat hiburan yang menyenangkan untuk keluarga.


 

Bromo

⊆ Senin, Januari 12, 2009 by Muhammad Imaduddin | ˜ 0 komentar »

Melengkapi http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Bromo

Perjalanan melalui pintu barat dari arah Pasuruan yaitu masuk dari desa Tosari untuk menuju ke pusat obyek wisata ( lautan pasir )terbilang berat karena medan yang harus ditempuh tak bisa dilalui oleh kendaraan roda 4 biasa ini dikarenakan jalan turunan dari Penanjakan ke arah lautan pasir sangatlah curam, kecuali kita menyewa jip yang disediakan oleh pengelola wisata, jadi wisatawan banyak yang berjalan kaki untuk menuju ke pusat lokasi.

Namun apabila kita melalui pintu utara dari arah sebelum masuk Probolinggo yaitu pada daerah Tongas, kita akan menuju desa Cemoro Lawang sebelum turun menuju lautan pasir maka tidaklah terlalu berat dikarenakan turunan dari lerengnya tidaklah terlalu curam sehingga sepeda motor pun dapat melaluinya. Kebanyakan para wisatawan yang ingin mudah mencapai lautan pasir melewati jalur ini. Namun bila anda ingin menyaksikan sunrise yang sering ditampilkan di foto - foto, yang banyak difoto dari puncak Penanjakan maka anda lebih praktis melewati jalur pintu barat.

Namun bila anda mempunyai jiwa petualang maka anda dapat mencoba jalur perjalanan yang jarang dilalui wisatawan. Yaitu melalui kota Malang anda masuk melalui kota kecil Tumpang kemudian masuk kota Pronojiwo lalu akan melalui cagar alam yang sangat indah dari sini anda akan menjumpai pertigaan jalan dimana kearah selatan akan memasuki Ranu Pane ( ke arah gunung Semeru ) dan kearah utara anda memasuki lautan pasir Bromo yang berada di punggung gunung Bromo sebelah selatan. Pertigaan tersebut bernama Jemplang. Perjalanan diawali dengan menuruni bukit yang kemudian disambut dengan padang rumput yang lama kelamaan berganti menjadi lautan pasir. Jalan ini akan mengitari gunung Bromo melewati lautan pasir selama kurang lebih 3 jam. Jalur ini sebenarnya tidak terlalu curam dan dapat dilalui sepeda motor, namun memerlukan jiwa petualang karena jalurnya yang masih jarang dilewati dan tidak ada satupun persinggahan maupun rumah penduduk. Kita akan benar- benar disuguhkan dengan perjalanan yang sangat menantang. Namun anda akan diganjar dengan rahasia Bromo yang lain, yang sangat jarang dilihat wisatawan, yaitu padang ruput sabana dan bunga yang sangat luas berada dibalik Gunung Bromo. Sungguh pemandangan yang berkebalikan pada sisi Utaranya yang gersang dan berdebu. Namun perlu diingat, sebaiknya jangan melalui jalur ini pada malam hari dan atau dalam cuaca yang berkabut. Jalur tidak akan terlihat dalam kondisi seperti ini.

Lautan pasir adalah andalan wisata dari gunung Bromo, di alam pegunungan yang sejuk, kita dapat melihat padang pasir dan rerumputan yang luas. Sedangkan yang paling ditunggu dari gunung bromo adalah sightview ketika matahari terbit dan terbenam karena memang akan kelihatan jelas sekali dan sangat indah. Walaupun perjalanan ke Bromo sangat berdebu, tapi tidak terasa, karena keindahan yang disuguhkan benar-benar luar biasa.

Berlibur menuju Bromo dapat dibilang praktis bila anda menyukai tipe traveller dan melalui jalur pintu utara. Anda dapat melakukan kunjungan dalam jangka waktu 12 jam saja. tentunya bila anda memulainya dari kota Surabaya, Malang, Jember dan sekitarnya. Perjalanan dapat dimulai dari jam 12 malam sehingga anda akan sampai sekitar pukul 2 - 3 pagi. Dimana anda dapat beristirahat dahulu sebelum melihat sunrise. Penjual makanan dan minuman di areal lautan pasir biasanya sudah buka menjelang pukul 3 pagi, sehingga anda sudah bisa bersiap - siap untuk melakukan pendakian melewati anak tangga puncak Bromo yang terkenal itu. nikmatilah pemandangan sampai jam 9 pagi dan anda pun dapat kembali sampai di kota keberangkatan anda sekitar 12 siang. Sebagai catatan, apabila anda melakukan perjalanan diareal lautan pasir ditengah kegelapan malam, sebagai patokan menuju areal parkir sekitar Pura anda dapat melihat patok dari beton yang sengaja diberikan sebagai penunjuk menuju areal pura. Dan apabila anda tersesat jangan panik dan meneruskan perjalanan ( apalagi ditengah kabut tebal ), tunggulah karena biasanya mulai jam 2 - 3 pagi beberapa penunggang kuda sewaan melintas diarea lautan pasir.